Penelitian di muara sungai ketingan


Cerita berawal ketika teman saya mengajak saya untuk mengambil sampel kupang di daerah muara porong

Pada hari sabtu tanggal 4 Mei 2024 Fian meminta bantuan saya dan Nado untuk  membantu mengambil sampel kupang di daerah muara sungai ketingan Sidoarjo. Tanpa pikir panjang kami berdua setuju untuk membantu Fian.

Perjalanan dimulai di senin pagi, dari rumah Fian menuju kampus untuk mengambil alat penelitian, perjalanan dari kampus menuju lokasi penelitian menempuh waktu sekitar 2,5 jam menggunakan motor, perjalanan mulai menarik ketika memasuki daerah porong, kami bertiga disuguhi pemandangan  tambak rumput laut yang membentang sejauh mata memandang.

Setelah sampai di rumah nelayan yang menyewakan perahu, kami istirahat sejenak sembari memindahkan alat kedalam perahu. Di dalam perjalanan menuju lokasi penelitian, kami terkagum menjumpai gerombolan ubur – ubur berenang mengikuti arus di sepanjang muara. Kata nelayan fenomena itu sudah sering terjadi disana.

Sekitar 30 menit, akhirya kami sampai di titik pertama. Pengumpulan data dimulai, Fian mulai mengambil sampel air, Nado mengambil sampel sedimen, dan saya hanya mencatat hasil data yang diperoleh. Lalu kami pindah ke titik kedua, disana kami melakukan hal yang sama pada titik pertama.

Pada titik ketiga kami mulai mengambil sampel kerang kupang. Si kupang ini hidup di dasar laut, dia hidup didalam lumpur. Untuk  menangkapnya biasanya nelayan setempat menggunakan jaring. Kami menemui kendala karena kami lupa membawa jaring untuk menangkap si kupang, dengan saran dari nelayan kami menunggu air laut surut untuk mengambil si kupang.

Setelah surut kami dibantu dengan nelayan memutuskan untuk nyebur ke laut untuk menangkap si kupang. Walaupun air laut sedang surut, air laut masih setinggi dada kami.  Dengan alat seadanya kami mulai menangkap si kupang. Beberapa menit berlalu, tanpa sadar waktu hampir sore hari dan separuh perahu dipenuhi lumpur berisi si kupang, dan kami memutuskan untuk kembali ke darat.

Dalam perjalan pulang nelayan kami menawari untuk mampir ke Pesarehan Sekar Dadu. Pesarehan itu berjarak sekitar 30 menit dari tiitk ketiga, dan kami setuju untuk mengunjungi tempat itu. Dalam perjalanan saya sempat tertidur karena anginnya sepoi – sepoi. Apesnya saya, saya terkena sunburn karena saya tertidur tanpa menggunakan jaket. Memang benar angin sepanjang perjalanan terasa sejuk, tapi sinar matahari saat itu masih panas.

Sesampainya di Pesarehan kami mencari toilet untuk mandi dan ganti baju, setelah itu kami berkeliling di sekitar pesarehan dan sholat. Disana hanya ada kami dan penjaga pesarehan karena kami berkunjung di hari biasa. Lalu kami kembali ke rumah nelayan untuk mencuci si kerang dari lumpur.

Perjalanan ke rumah nelayan hampir menempuh waktu selama 1 jam. Setelah sampai di dermaga, kami mulai mencuci si kupang. Lalu setelah kupang bersih kami kembali ke kampus untuk mengembalikan alat yang kami pinjam.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umpan yang Cocok Untuk di Kolam Pemancingan Harian dan Kiloan

Perjalanan ke rumah baru